“ saya kk” Mboma
dengan pede mengacungkan tangannya , dia
pikir jawabannya paling bener diantara temen-temennya yang lain
“ iya silahkan ,
sebelum menjawab siapa nama mu? “ tanya anton
“ saya mboma
sudrajat kak panggil saja mboma , saya
pikir saya akan menyelamatkan ayah saya terlebih dahulu , karena ayah saya yang
mendidik saya sampai bisa begini “ tangkas Mboma dengan berlagak seperti jimmy
newtron ,
“ hmmm terus
pacarmu? Kasihan donk dia terus gimana? “ anton sambil mondar mandir depan
mboma
“ biarin aja pak
, salah sendiri gak bisa renang “ sontak jawaban mboma barusan bikin satu kelas
ngakak bersama ,
“ jawaban bagus
tapi itu namanya egois, mungkin ada jawaban lain? “ tanya anton lagi kepada
murid murid ,
Ajeng yang dari
tadi sempat berpikir keras agar bisa menjawab pertanyaan itu pun tidak tinggal
diam, tapi dia masih ragu akan jawabannya antara benar atau diketawain temen
satu kelas , tanpa pikir panjang dia langsung mengacungkan tangannya, sekali
lagi kekuatan power rangers merasuk lagi namun saat ini pindah ketubuh ajeng
yang sebenarnya orang yang pemalu.
“ saya kk “
ajeng sambil mengangkat tangannya
“ iyak siapa
namamu ? jelaskan secara logis ya “ tangkas anton .
“ saya Ajeng
sapta panggil saja Ajeng , menurut saya yang harus diselamatkan terlebih dahulu
adalah perahunya lalu ayah dan terakhir pacar , karena jika perahu sudah bisa
terapung lagi mungkin saya masih bisa selamatkan keduanya “ jawab ajeng dengan
keseriusan, dan seketika satu kelas diam tanpa kata kayak lagunya dmassiv ,
“ wew “ anton
kaget dan tersenyum
“ nah ini calon
murid yang kreatif, dia tidak berpikir mana yang dia selamatkan dahulu , yang
terpenting adalah kita tetap berpikir kedepannya seperti apa” pungkas anton
sambil bertepuk tangan
“ beri apllaus
pada ajeng “ dan semua riuh bertepuk tangan pada ajeng, mungkin ini adalah hari
terindah ajeng karena dipuji kakak kelas yang kece dan temen satu kelas,
termasuk Ganden yang tersenyum ke ajeng karena teman pertamanya itu telah
menajdi pujian .
Didepan rini
sudah siap siap membacakan apa saja yang akan dibawa besok untuk kegiatan MOS
di kelas tersebut, karena berbeda dengan kelas yang lain, di kelas ini dibuat
berkelompok , untuk memberikan pelajaran dimana kerja team sangat berpengaruh
dalam kreatifitas team tersebut,
“ baiklan temen
temen disini saya sudah membuat kelompok secara acak terhadap kalian jadi
silahkan bergabung menjadi satu kelompok , ini kelompok lain “ sambil menulis
di papan “ perintah Rini sambil menulis dengan rapi dipapan dan berikut
kelompoknya
Kelompok 1
Deni A , Rika T , Ade S , Juwita Sari dan lukito
Kelompok 2
Mboma S , Wong Saputra , Ajeng S , Angga M dan Ganden
Kelompok 3
Suci P , Eka F , Yoana , Khusnul K dan Gatot
Kelompok 4
Deni W, Alfan O , Andi N , Sulis dan Okta
Dst
Ganden yang
sangat berharap satu kelompok dengan ajeng sempat shock karena dia satu
kelompok dengan Wong, Mboma dan Ajeng yang tidak asing karena barusan bercanda
bareng, dan bertambah satu lagi teman yangakan dikenal yaitu Angga ,
“ Hai ini
Kelompok Mboma dan Wong itu ya? “ Tanya seorang temen sekelas yang baru
dikenal.
“ ini aku Angga
Milangga “ sembari memperkenalkan diri di Kelompok 2 . Angga sedikit gemuk
berisi tapi gak terlalu gemuk sih, putih dan kayaknya Asik orangnya.
“ iya Ngga sini
cepet duduk sebelah Ganden , kenalin gue Mboma ini Ganden ini Aldi dan yang
paling cantik itu namanya ajeng “ Mboma memperkenalkan satu kelompoknya
tersebut kepada angga
“hai angga”
serentak mereka menyapa angga yang baru saja duduk sebelah ganden,
“ baiklah
temen-temen besok yang kalian siapkan yaitu kertas hvs putih 5 lembar , pensil
, dan sapu tangan “ Rini memberi jedah agar murid-murid mencatatnya pada buku
masing-masing namun tidak bagi ganden , dia sengaja tidak menulis apa saja yang
dibawa namun dia malah ngeliat wajah ajeng didepannya
“Woy! Ngelamun aja
, tulis tuh “ Mboma mengagetkan Ganden yang lagi melamun Ajeng sedang
bergandengan tangan di taman bunga yang berwarna warni serasa milik berdua
namun sesosok HULK datang dan menghancurkan taman itu.
“ ah elu mbom
ngagetin aja, gue hafal mbom, tenang aja! “ sangkal Ganden yang sebenarnya
ingin berniat bertelfon ria dengan ajeng,
“ Hafal apaan lu
nden? Perasaan lu dari SD udah pikun “ cletuk wong yang gak sengaja ngedenger
pembicaraan mboma dan ganden, sontak mboma nahan ketawa yang luar biasa
“ apa wong? SD
udah pikun? “ Mboma sambil geleng-geleng kepala gak percaya.
- Bersambung -

0 komentar:
Posting Komentar