Selasa, 07 Januari 2014

CHAPTER 2 berkumpulnya 5 setangkai

“ saya kk” Mboma dengan pede mengacungkan tangannya ,  dia pikir jawabannya paling bener diantara temen-temennya yang lain
“ iya silahkan , sebelum menjawab siapa nama mu? “ tanya anton
“ saya mboma sudrajat kak  panggil saja mboma , saya pikir saya akan menyelamatkan ayah saya terlebih dahulu , karena ayah saya yang mendidik saya sampai bisa begini “ tangkas Mboma dengan berlagak seperti jimmy newtron ,
“ hmmm terus pacarmu? Kasihan donk dia terus gimana? “ anton sambil mondar mandir depan mboma
“ biarin aja pak , salah sendiri gak bisa renang “ sontak jawaban mboma barusan bikin satu kelas ngakak bersama ,
“ jawaban bagus tapi itu namanya egois, mungkin ada jawaban lain? “ tanya anton lagi kepada murid murid ,
Ajeng yang dari tadi sempat berpikir keras agar bisa menjawab pertanyaan itu pun tidak tinggal diam, tapi dia masih ragu akan jawabannya antara benar atau diketawain temen satu kelas , tanpa pikir panjang dia langsung mengacungkan tangannya, sekali lagi kekuatan power rangers merasuk lagi namun saat ini pindah ketubuh ajeng yang sebenarnya orang yang pemalu.
“ saya kk “ ajeng sambil mengangkat tangannya
“ iyak siapa namamu ? jelaskan secara logis ya “ tangkas anton .
“ saya Ajeng sapta panggil saja Ajeng , menurut saya yang harus diselamatkan terlebih dahulu adalah perahunya lalu ayah dan terakhir pacar , karena jika perahu sudah bisa terapung lagi mungkin saya masih bisa selamatkan keduanya “ jawab ajeng dengan keseriusan, dan seketika satu kelas diam tanpa kata kayak lagunya dmassiv ,
“ wew “ anton kaget dan tersenyum
“ nah ini calon murid yang kreatif, dia tidak berpikir mana yang dia selamatkan dahulu , yang terpenting adalah kita tetap berpikir kedepannya seperti apa” pungkas anton sambil bertepuk tangan
“ beri apllaus pada ajeng “ dan semua riuh bertepuk tangan pada ajeng, mungkin ini adalah hari terindah ajeng karena dipuji kakak kelas yang kece dan temen satu kelas, termasuk Ganden yang tersenyum ke ajeng karena teman pertamanya itu telah menajdi pujian .

Didepan rini sudah siap siap membacakan apa saja yang akan dibawa besok untuk kegiatan MOS di kelas tersebut, karena berbeda dengan kelas yang lain, di kelas ini dibuat berkelompok , untuk memberikan pelajaran dimana kerja team sangat berpengaruh dalam kreatifitas team tersebut,
“ baiklan temen temen disini saya sudah membuat kelompok secara acak terhadap kalian jadi silahkan bergabung menjadi satu kelompok , ini kelompok lain “ sambil menulis di papan “ perintah Rini sambil menulis dengan rapi dipapan dan berikut kelompoknya

Kelompok 1
Deni A , Rika T , Ade S , Juwita Sari dan lukito
Kelompok 2
Mboma S , Wong Saputra , Ajeng S , Angga M  dan Ganden
Kelompok 3
Suci P , Eka F , Yoana , Khusnul K dan Gatot
Kelompok 4
Deni W, Alfan O , Andi N , Sulis dan Okta
Dst

Ganden yang sangat berharap satu kelompok dengan ajeng sempat shock karena dia satu kelompok dengan Wong, Mboma dan Ajeng yang tidak asing karena barusan bercanda bareng, dan bertambah satu lagi teman yangakan dikenal yaitu Angga ,
“ Hai ini Kelompok Mboma dan Wong itu ya? “ Tanya seorang temen sekelas yang baru dikenal.
“ ini aku Angga Milangga “ sembari memperkenalkan diri di Kelompok 2 . Angga sedikit gemuk berisi tapi gak terlalu gemuk sih, putih dan kayaknya Asik orangnya.
“ iya Ngga sini cepet duduk sebelah Ganden , kenalin gue Mboma ini Ganden ini Aldi dan yang paling cantik itu namanya ajeng “ Mboma memperkenalkan satu kelompoknya tersebut kepada angga
“hai angga” serentak mereka menyapa angga yang baru saja duduk sebelah ganden,
“ baiklah temen-temen besok yang kalian siapkan yaitu kertas hvs putih 5 lembar , pensil , dan sapu tangan “ Rini memberi jedah agar murid-murid mencatatnya pada buku masing-masing namun tidak bagi ganden , dia sengaja tidak menulis apa saja yang dibawa namun dia malah ngeliat wajah ajeng didepannya
“Woy! Ngelamun aja , tulis tuh “ Mboma mengagetkan Ganden yang lagi melamun Ajeng sedang bergandengan tangan di taman bunga yang berwarna warni serasa milik berdua namun sesosok HULK datang dan menghancurkan taman itu.
“ ah elu mbom ngagetin aja, gue hafal mbom, tenang aja! “ sangkal Ganden yang sebenarnya ingin berniat bertelfon ria dengan ajeng,
“ Hafal apaan lu nden? Perasaan lu dari SD udah pikun “ cletuk wong yang gak sengaja ngedenger pembicaraan mboma dan ganden, sontak mboma nahan ketawa yang luar biasa
“ apa wong? SD udah pikun? “ Mboma sambil geleng-geleng kepala gak percaya.



- Bersambung -

0 komentar:

Posting Komentar

 
;